Kenapa buah jatuh tidak jauh dari pohonnya?

Awal pendidikan adalah dari keluarga terutama orang tua. Anak2 punya kemampuan untuk meniru apa yang mereka lihat, terutama di jaman serba genget ini, anak2 akan lebih mudah terpapar berbagai hal dari luar lingkungan keluarganya kemudian membandingkan apa yg terjadi dalam keluarganya. Jika orang tua siap siaga dengan perilaku anaknya maka pendidikan karakter yg positif akan terbangun. Yakin dan percaya bahwa tidak ada orang tua yang mau anaknya ke arah negatif. Tapi kembali lagi ke masing2 keluarga kategori negatif itu seperti apa, takaran tiap orang berbeda-beda. Misalnya saja mengajarkan anaknya membawa kendaraan padahal masih smp bahkan ada yang masih SD, yang mana di nagara kita itu masih dalam kategori di bawah umur. Ketika orang tua mengajarkan anaknya sesuatu maka itu adalah tanggung jawab orang tua dan apapun itu menurut mereka pasti benar.

Secara ilmu genetika pun anak telah membawa setengah gen dari ibu dan setengah gen dari bapaknya. Jadi jika ditambah dengan lingkungan maka anak tersebut pasti memiliki sifat tidak jauh dari orang tuanya.

Iklan

Pengalaman pertama ikut TPA OTO BAPPENAS

TPA OTO BAPPENAS atau TPA BAPPENAS  merupakan salah satu jenis tes yang dipersyaratkan jika ingin mendaftar beasiswa maupun jika ingin melanjutkan studi. di beberapa universitas telah mengembangkan sistem penerimaan mahasiswa baru tanpa perlu tes di universitas yang dituju. Sebagai pengganti tes mereka meminta lampiran berkas hasil TPA dan TOEFL dalam bentuk sertifikat. Tentunya sertifikat yang di minta dari lembaga yang terpercaya dan di akui oleh universitas yang dituju. Salah satu penyelenggara tes TPA yang banyak di gunakan oleh orang-orang adalah TPA yang di selenggarakan oleh OTO BAPPENAS (bagi yang belum tau tentang bappenas bisa buka link ini)

Jadi ceritanya saya ingin mendaftar kesalah satu perguruan tinggi dalam negeri yang yang salah satu syaratnya melampirkan sertifikat TPA dari OTO BAPPENAS. Langkah pertama yang saya ambil adalah mencari tau di mana penyelenggara resmi tes TPA OTO BAPPENAS di kota saya. Setelah mencari-cari dengan bantuan google ketemu website resmi dari bappenas, dari sana kemudian saya menemukan alamat email untuk menanyakan di mana tempat tes resminya. Tentunya tanpa perlu jauh-jauh ke Jakarta hanya untuk tes TPA ini (makan biaya dan waktu yang banyak kalau harus ke jakarta tesnya) akhirnya saya email dan gak butuh waktu lama saya sudah menerima email balasan dari pihak bappenas.

Picture1

Email dari pihak bappenas

Setelah tau tempat tesnya, saya mencari tahu  kontak penyelenggara yang di maksud dan ketemu alamat facebook “Kersbang FMIPA UNM”

Halaman Facebook Kersbang FMIPA UNM
img_20170318_061012-e1519620792519.jpg

Segera saya Hubungi CP yang tersedia pada website, karena ini adalah lembaga resmi saya berani untuk mendaftar lewat SMS saja dan mengirimkan sejumlah uang untuk registrasi tanpa perlu datang ke lokasi untuk memastikan. Bagi yang berminat boleh membuka halaman facebook tersebut.

setelah resmi terdaftar, tinggal menunggu hari ujian jarak dari pendaftaran ke hari ujian itu kurang lebih 3 minggu, jadi lumayan lama nunggunya (buat yang pelupa sebaiknya meninggalkan reminder di HP buat mengingatkan hari ujiannya).  Jika di tanya persiapan buat ujian apa saja , jujur saya tidak mempersiapkan apa-apa kecuali mental dan fisik. seminggu sebelum ujian saya sudah pinjam buku TPA teman rencananya buat belajar, akan tetapi karena berbagai kesibukan dan aktivitas yang padat akhirnya buku itu tak tersentuh sampai H-2 Ujian. Baru pada hari Jumat malam buku tersebut (ujiannya hari minggu) di buka untuk melihar contoh soal dan tipe-tipe soal yang biasanya masuk. Jadi sehari sebelum ujian saya di sibukkan untuk membolak balik buku tersebut yang tebalnya sampai 300 halaman (tentunya gak maksimal jadi jangan ditiru yah). Salah satu tips dan trik yang sempat saya baca dalam buku tersebut adalah “sebaiknya sehari sebelum ujian tidak usah sibuk dengan belajar atau mengerjakan contoh-contoh soal, lebih baik menenangkan pikiran dan melakukan aktifitas yang di sukai untuk menenangkan pikiran”. Saat membaca itu saya belum mengerti apa yang di maksud dengan “menenangkan pikiran sebelum ujian” dalam benak saya “yah paling ujiannya seperti ujian-ujian tes masuk universitas pada umumnya”.

Oke, kita tiba pada hari H ujian. Ujian diselenggarakan pada hari minggu jam 8 pagi di Universitas Negeri Makassar. menurut SMS yang saya terima perserta sudah harus datang 30 menit sebelum ujian. karena rumah saya jauh dari Lokasi ujian, maka jam 6 pagi udah berangkat dengan segala peralatan tempur (pensil 2B, karet penghapus, pulpen dan papan pengalas, untuk air minum di sediakan oleh panitia jadi tenang saja). saya tiba dilokasi ujian tergolong pagi, 6.30 WITA sudah ada di lokasi dan mencari ruangan ujian, ini juga memakan waktu jadi untuk peserta yang tidak tau denah bangunan lokasi ujian sebaiknya memang datang lebih pagi. Dengan modal bertanya dan sempat nyasar akhirnya ketemulah ruang ujiannya.Dan hasilnya ujiannya mundur 30 menit karena masalah teknis.

Ujian berlangsung selama 3 jam (180 menit) dengan jumlah soal 250 nomor yang di bagi menjadi 3 bagian yaitu kemampuan verbal, tes numerik dan tes penalaran. Selama ujian berlangsung kita sebaiknya memanfaatkan waktu karena jika di hitung-hitung satu soal tidak sampai 1 menit (kurang lebih 45 detik satu soal). Yang suka bolak-balik ke toilet sebaiknya mempersiapkan diri sebelum ujian dan jangan terlalu banyak minum sehingga tidak membuang waktu dengan ketoilet.Jangan lupa menyediakan tissue uat yang ganmpang keringatan (saya dapat ruangan yang tidak efektif ACnya jadi selama ujian kepanasan).

Selama ujian berlangsung yang terpikir adalah bagaimana caranya menyelesaikan semua soal dengan cepat. Hal ini sebenarnya tidak baik bagi psikologi kita ketika mengerjakan soal, hasilnya kita akan mengerjakan soal dnegan terburu-buru dan akan mempengaruhi pilihan jawabn kita. hasilnya adalah setelah keluar ruang ujian saya kelaparan dan kehausan. Jika ada yang bertanya gimana soalnya terjawab semua atau tidak? jawababnnya adalah IYA, tapi tanpa sempat membaca soalnya semua (setengah dari jawaban hanya di kira-kira jawabannya tanpa sempat membaca soal, seperempatnya di baca tapi di jawab sekenanya, dan seperempat soal awal itu berhasil di baca). So, if you want to try get this exam, i think you must be nice. Harus tenang, dan belajar teknik membaca cepat dan teknik mengerjakan soal tersebut dengan cepat. Bagi yang ingin belajar taktik dan teknik pintasnya bisa tuh beli buku panduannya di toko buku terdekat di kediaman masing-maisng, atau bagi yang malas ke toko buku bisa mencari di beberapa situs online yang menyediakan contoh soal dan cara menyelesaikannya, bagi yang punya smartphone bisa mengunduh aplikasinya banyak kok buat latihan.

pesan saya cuma satu, siapkan fisik dan mental sebelum ujian (jangan grogi dan jangan sakit pada saat ujian) itu akan sangat mempengaruhi keadaan kita saat berhadapan dengan soal 45 detik tersebut.

 

Usaha

pernah dengar pepatah mengatakan “kamu akan menuai apa yang kamu tanam”. Pepatah ini merupakan pepatah populer dan jujur saya tidak tau asalnya dari mana tapi saya selalu berusaha untuk menamamkannya dalam hati saya setiap melakukan sesuatu. Misalnya saja ketika sedang musim ujian dan pada saat tiba di salah satu mata kuliah tersulit, kita akan merasa tida kbisa mengerjakannya. Nah dari situlah kita dapat melihat hasil dari usaha kita.  Tentunya dari awal kita sudah merasa pesimis, dan kondisi itu akan mempengaruhi usaha yang akan dilakukan sehinggan akan mempengaruhi hasil akhir. 

Sekarang ini semua serba dimudahkan denga kecanggihan teknologi. Lantas apakah itu mempengaruhi usaha seseorang? Jawabannya tentu ya! Lalu muncul pertanyaan kenapa? Karena teknologi, banyak orang cenderung menyepelehkan sesuatu yang kecil. Padahal yang terlihat belum tentu apa adanya. Fenomena yang paling sering ditemukan dan bahkan saya sendiri sering melakukannya adalah mencari sesuatu dari internet (read : om google)  sehingga budaya membaca buku menjadi tegantikan dengan membaca online atau buku digital. Kenapa tidak, toh hanya dengan sekali klik kita bisa menemukan banyak hal dalam sepersekian detik. Sehingga seni membaca buku menjadi kurang pesonanya. 

Inilah yang menjadi kegundahan saya, walaupum saya lebih senang baca buku kertas tapi karena manusia dasarnya senang yang membuat nyaman. Jadi akhirnya di cari gampangnya. Tapi yang lebih membuat gusar adalah ketika saya sharing dengan beberapa adik dari jurusan yang sama mereka bermodalkan HP bukan buku. Hasilnya apa? ONE CLICK, ONE SCIENCE jadi setelah di clik langsung muncul deh apa yang di cari, dan begitu layar hp tidak ditatap lagi “LUPA DEH”.  Ketika masuk sesi tanya jawab mereka akan bingung dan mencari lagi, begitu seterusnya. Yang lebih parah yang kuliah tapi gak punya buku pegangan satupun. Nah pas ujian ditanya penguji, malah senyum manis liat pengujinya, maybe this is the answer “Ini hasil usaha saya dan saya siap menuai apa yang saya tanam“. 

Patah hati dan kreativitas

Tag

, , ,

Patah hati? Tentunya hampir semua orang sudah tau apa itu patah hati dan bahkan sudah merasakannya entah itu patah hati karena cinta mau pun patah hati karena sahabat berhianat atau bahkan ada yang patah hati karena artis idolanya menikah atau punya pacar. Patah hati sebenarnya identik dengan kecewa, menurut saya sih nggak ada bedanya bahasa keren kecewa yah patah hati. Tapi istilah patah hati mungkin lebih spesifik antara manusia dan manusia. Kalau kecewa skalanya lebih besar, bisa karena barang (Ini pengertian saya sendiri loh).
Terus kok ada kreativitas segala, apa sih? Kreativitas itu klo yang ini kayaknya butuh kamus buat nerjemahin, kalau terjemahan menurut kamus bisa di lihat disini. Setiap orang tentunya punya ide, kreativitas sendiri dalamdirinya baik itu anak kecil sampai orang tua pasti punya pikiran untuk menciptakan sesuatu tinggal bagaimana mempertajamnya. Karena menurut pengamatan saya beberpa orang cenderung baru bisa kreatif saat terdesak. Naluri manusia, otak akan bekerja lebih efektif saat ada desakan. Jadi ide yang muncul itu kebanyakan ide-ide spontan  dan hasilnya tak banyak yang gagal.
Terus sekarang kok patah hati dihubungkan dengan kreativitas seseorang? Yah menurut saya berhubungan  saat patah hati akan muncul berbagai tekanan dalam diro, tentunya yang memegang peranan adalah otak. Otak sebagai pemegang kendali dari tubuh akan memberikan respon ketika patah hati. Saat otak menerjemahkan patah hati dan menemukan dirinya tidak dapat mengatasinya sendiri makan dia akan mengirimkan respon secara cepat ke organ laim sehingga menimbulkan keluarnya hormon ephineprin dan dopamin sebagai reaksi untuk melarikan diri dan bangkit terproduksi hormon adrenalin. Hormon-hormon ini akan bekerja mempertahankan tubuh dan membuat seseorang untuk melarikan diri dari rasa patah hatinya. Tapi karena yang ingin dihindari tak berwujud maka seseorang akan cenderung berusaha mencari pelampiasan dengan mencari wujud dari rasa yang dia rasakan sekarang. Berbeda dengan orang bahagia yang memproduksi prolaktin dan oksitosin yang membuat tubuh jadi rileks dan pada akhirnya akan memilih untuk bertahan dengan rasa yang ada sekarang bukan mengembangkan rasanya. Orang patah hati akan cenderung mengembangkan rasa yang dia miliki dan mencari jalan untuk keluar dari rasa itu sehinggga bisa menimbulkan ide-ide spontan yang kreatif.
Makanya dari berjuta-juta status dalam jejaring sosial yang di upload rata-rata adalah status patah hati atau ungkapan kecewa. Tapi bukan berarti untuk kreatif harus patah hati dulu. Jalan untuk kreatif itu banyak tergantung orangnya lagi jadi selamat mencari dan teruslah berkreasi 😀