Usaha

pernah dengar pepatah mengatakan “kamu akan menuai apa yang kamu tanam”. Pepatah ini merupakan pepatah populer dan jujur saya tidak tau asalnya dari mana tapi saya selalu berusaha untuk menamamkannya dalam hati saya setiap melakukan sesuatu. Misalnya saja ketika sedang musim ujian dan pada saat tiba di salah satu mata kuliah tersulit, kita akan merasa tida kbisa mengerjakannya. Nah dari situlah kita dapat melihat hasil dari usaha kita.  Tentunya dari awal kita sudah merasa pesimis, dan kondisi itu akan mempengaruhi usaha yang akan dilakukan sehinggan akan mempengaruhi hasil akhir. 

Sekarang ini semua serba dimudahkan denga kecanggihan teknologi. Lantas apakah itu mempengaruhi usaha seseorang? Jawabannya tentu ya! Lalu muncul pertanyaan kenapa? Karena teknologi, banyak orang cenderung menyepelehkan sesuatu yang kecil. Padahal yang terlihat belum tentu apa adanya. Fenomena yang paling sering ditemukan dan bahkan saya sendiri sering melakukannya adalah mencari sesuatu dari internet (read : om google)  sehingga budaya membaca buku menjadi tegantikan dengan membaca online atau buku digital. Kenapa tidak, toh hanya dengan sekali klik kita bisa menemukan banyak hal dalam sepersekian detik. Sehingga seni membaca buku menjadi kurang pesonanya. 

Inilah yang menjadi kegundahan saya, walaupum saya lebih senang baca buku kertas tapi karena manusia dasarnya senang yang membuat nyaman. Jadi akhirnya di cari gampangnya. Tapi yang lebih membuat gusar adalah ketika saya sharing dengan beberapa adik dari jurusan yang sama mereka bermodalkan HP bukan buku. Hasilnya apa? ONE CLICK, ONE SCIENCE jadi setelah di clik langsung muncul deh apa yang di cari, dan begitu layar hp tidak ditatap lagi “LUPA DEH”.  Ketika masuk sesi tanya jawab mereka akan bingung dan mencari lagi, begitu seterusnya. Yang lebih parah yang kuliah tapi gak punya buku pegangan satupun. Nah pas ujian ditanya penguji, malah senyum manis liat pengujinya, maybe this is the answer “Ini hasil usaha saya dan saya siap menuai apa yang saya tanam“. 

Iklan

Patah hati dan kreativitas

Tag

, , ,

Patah hati? Tentunya hampir semua orang sudah tau apa itu patah hati dan bahkan sudah merasakannya entah itu patah hati karena cinta mau pun patah hati karena sahabat berhianat atau bahkan ada yang patah hati karena artis idolanya menikah atau punya pacar. Patah hati sebenarnya identik dengan kecewa, menurut saya sih nggak ada bedanya bahasa keren kecewa yah patah hati. Tapi istilah patah hati mungkin lebih spesifik antara manusia dan manusia. Kalau kecewa skalanya lebih besar, bisa karena barang (Ini pengertian saya sendiri loh).
Terus kok ada kreativitas segala, apa sih? Kreativitas itu klo yang ini kayaknya butuh kamus buat nerjemahin, kalau terjemahan menurut kamus bisa di lihat disini. Setiap orang tentunya punya ide, kreativitas sendiri dalamdirinya baik itu anak kecil sampai orang tua pasti punya pikiran untuk menciptakan sesuatu tinggal bagaimana mempertajamnya. Karena menurut pengamatan saya beberpa orang cenderung baru bisa kreatif saat terdesak. Naluri manusia, otak akan bekerja lebih efektif saat ada desakan. Jadi ide yang muncul itu kebanyakan ide-ide spontan  dan hasilnya tak banyak yang gagal.
Terus sekarang kok patah hati dihubungkan dengan kreativitas seseorang? Yah menurut saya berhubungan  saat patah hati akan muncul berbagai tekanan dalam diro, tentunya yang memegang peranan adalah otak. Otak sebagai pemegang kendali dari tubuh akan memberikan respon ketika patah hati. Saat otak menerjemahkan patah hati dan menemukan dirinya tidak dapat mengatasinya sendiri makan dia akan mengirimkan respon secara cepat ke organ laim sehingga menimbulkan keluarnya hormon ephineprin dan dopamin sebagai reaksi untuk melarikan diri dan bangkit terproduksi hormon adrenalin. Hormon-hormon ini akan bekerja mempertahankan tubuh dan membuat seseorang untuk melarikan diri dari rasa patah hatinya. Tapi karena yang ingin dihindari tak berwujud maka seseorang akan cenderung berusaha mencari pelampiasan dengan mencari wujud dari rasa yang dia rasakan sekarang. Berbeda dengan orang bahagia yang memproduksi prolaktin dan oksitosin yang membuat tubuh jadi rileks dan pada akhirnya akan memilih untuk bertahan dengan rasa yang ada sekarang bukan mengembangkan rasanya. Orang patah hati akan cenderung mengembangkan rasa yang dia miliki dan mencari jalan untuk keluar dari rasa itu sehinggga bisa menimbulkan ide-ide spontan yang kreatif.
Makanya dari berjuta-juta status dalam jejaring sosial yang di upload rata-rata adalah status patah hati atau ungkapan kecewa. Tapi bukan berarti untuk kreatif harus patah hati dulu. Jalan untuk kreatif itu banyak tergantung orangnya lagi jadi selamat mencari dan teruslah berkreasi 😀

Apakah namanya Lupa diri???

Hari ini seperti biasa matahari tetap menyambut dengan riang kota surabaya yang tercinta. Kota tempat ku menuntut ilmu, berjuang mencari jati diri. Kamar kostan pun gak ada yang berbeda tetap “cukup berantakan” dan tetap saja rasa malas dan ogah-ogahan karena rasa bosan yang melanda. Aktifitas pagi pun dimulai dengan buka laptop, nonton film dan menelpon. Seharian cuma ngerjain 3 kegiatan itu sampai lupa makan. Bukan lupa makan sih sebenarnya malas makan atau kalau boleh di bilang hemat makan (*jiwa anak kost*)

Katanya mau menulis?

Setiap habis baca buku, rasanya pengen belajar nulis juga. Tapi….tapi…. banyak tapinya…. dan saya gak tau tapinya itu apa -,- “dodol”. Jadi ingat waktu sma dulu pernah saya sekali nulis cerpen dan ngeberaniin diri ngirim ke salah satu koran… eh karena gak ada balas atau apapun, ntah naskahnya sampai atau tidak tapi sejak itu jadi malas ngarang lagi. Padahal dulu saya merasa punya sedikit bakat untuk mengarang, walaupun cuma perasaan saya saja dan gak ada bukti sampai sekarang. Hahaha