Patah hati dan kreativitas

Tag

, , ,

Patah hati? Tentunya hampir semua orang sudah tau apa itu patah hati dan bahkan sudah merasakannya entah itu patah hati karena cinta mau pun patah hati karena sahabat berhianat atau bahkan ada yang patah hati karena artis idolanya menikah atau punya pacar. Patah hati sebenarnya identik dengan kecewa, menurut saya sih nggak ada bedanya bahasa keren kecewa yah patah hati. Tapi istilah patah hati mungkin lebih spesifik antara manusia dan manusia. Kalau kecewa skalanya lebih besar, bisa karena barang (Ini pengertian saya sendiri loh).
Terus kok ada kreativitas segala, apa sih? Kreativitas itu klo yang ini kayaknya butuh kamus buat nerjemahin, kalau terjemahan menurut kamus bisa di lihat disini. Setiap orang tentunya punya ide, kreativitas sendiri dalamdirinya baik itu anak kecil sampai orang tua pasti punya pikiran untuk menciptakan sesuatu tinggal bagaimana mempertajamnya. Karena menurut pengamatan saya beberpa orang cenderung baru bisa kreatif saat terdesak. Naluri manusia, otak akan bekerja lebih efektif saat ada desakan. Jadi ide yang muncul itu kebanyakan ide-ide spontan  dan hasilnya tak banyak yang gagal.
Terus sekarang kok patah hati dihubungkan dengan kreativitas seseorang? Yah menurut saya berhubungan  saat patah hati akan muncul berbagai tekanan dalam diro, tentunya yang memegang peranan adalah otak. Otak sebagai pemegang kendali dari tubuh akan memberikan respon ketika patah hati. Saat otak menerjemahkan patah hati dan menemukan dirinya tidak dapat mengatasinya sendiri makan dia akan mengirimkan respon secara cepat ke organ laim sehingga menimbulkan keluarnya hormon ephineprin dan dopamin sebagai reaksi untuk melarikan diri dan bangkit terproduksi hormon adrenalin. Hormon-hormon ini akan bekerja mempertahankan tubuh dan membuat seseorang untuk melarikan diri dari rasa patah hatinya. Tapi karena yang ingin dihindari tak berwujud maka seseorang akan cenderung berusaha mencari pelampiasan dengan mencari wujud dari rasa yang dia rasakan sekarang. Berbeda dengan orang bahagia yang memproduksi prolaktin dan oksitosin yang membuat tubuh jadi rileks dan pada akhirnya akan memilih untuk bertahan dengan rasa yang ada sekarang bukan mengembangkan rasanya. Orang patah hati akan cenderung mengembangkan rasa yang dia miliki dan mencari jalan untuk keluar dari rasa itu sehinggga bisa menimbulkan ide-ide spontan yang kreatif.
Makanya dari berjuta-juta status dalam jejaring sosial yang di upload rata-rata adalah status patah hati atau ungkapan kecewa. Tapi bukan berarti untuk kreatif harus patah hati dulu. Jalan untuk kreatif itu banyak tergantung orangnya lagi jadi selamat mencari dan teruslah berkreasi😀

Apakah namanya Lupa diri???

Hari ini seperti biasa matahari tetap menyambut dengan riang kota surabaya yang tercinta. Kota tempat ku menuntut ilmu, berjuang mencari jati diri. Kamar kostan pun gak ada yang berbeda tetap “cukup berantakan” dan tetap saja rasa malas dan ogah-ogahan karena rasa bosan yang melanda. Aktifitas pagi pun dimulai dengan buka laptop, nonton film dan menelpon. Seharian cuma ngerjain 3 kegiatan itu sampai lupa makan. Bukan lupa makan sih sebenarnya malas makan atau kalau boleh di bilang hemat makan (*jiwa anak kost*)

Katanya mau menulis?

Setiap habis baca buku, rasanya pengen belajar nulis juga. Tapi….tapi…. banyak tapinya…. dan saya gak tau tapinya itu apa -,- “dodol”. Jadi ingat waktu sma dulu pernah saya sekali nulis cerpen dan ngeberaniin diri ngirim ke salah satu koran… eh karena gak ada balas atau apapun, ntah naskahnya sampai atau tidak tapi sejak itu jadi malas ngarang lagi. Padahal dulu saya merasa punya sedikit bakat untuk mengarang, walaupun cuma perasaan saya saja dan gak ada bukti sampai sekarang. Hahaha

KKN BBM 49

20 January kemarin unair memberangkatkan mahasiswanya untuk melakukan kuliah kerja nyata yang berlokasi di 5 wilayah, Sampang, Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro, dan Probolinggo. Kebetulan saya dapat yang di probolinggo, kecamatan wonomerto desa tunggak cerme. Selama 25 hari saya berada disana, mengadu nasib mencari peruntungan *nah loh*. Alhamdulillah 25 hari itu terasa singkat karena teman sekelomponya asik2 tidak ada masalah baik internal maupun ekstrnal yang berdampak besar. KKN nya jadi serasa liburan, bahkan untuk liburan itu trlalu singkat.
Harapan saya Semoga kami masih dapat menikmati suasana kekeluargaan KKN setelah selesainya KKN ini. Karena pasti saya akan merindukan kalian, rumah kita, dan desa kita.