Ini merupakan oktober kedua saya di surabaya, artinya ini sudah memasuki tahun kedua saya disurabaya ini. Kalau tahun sebelumnya saya datang sering mengeluh panas dan gerah disurabaya saya anggap sebagai proses adaptasi mungkin karena saya baru pindah, kamarnya baru dan tidur diatas kasur yang berbeda dengan kasur saya di makassar. Tapi tahun ini saya menjumpai oktober lagi, dan hasilnya tetap sama Oktobe disurabaya itu memang sangat sangatlah panas.

Bukan hanya siang hari yang mataharinya sangat menyengat, tapi malam hari pun sangat panas. Bukan hanya saya yang merasakan tapi semua teman-teman yang di surabaya juga mengeluh panas baik itu yang pendatang maupun yang asli surabaya. Jika siang hari kita keluar di jalan rasanya kulit seperti terbakar jika tidak memakai pelindung (payung) sedangkan malam hari memang tidak ada matahari yang menyengat tapi tetap saja udaranya yang panas bahakan lantai kamar saya pun terasa hangat. Kalau seperti ini rasanya rindu kampung halaman, setidaknya di makassar panas disiang hari tapi saat malam dan subuh itu dingin.

#Rindu rumah dan rindu hujan#