Dalam banyak hal kita terkadang lupa siapa kita, lupa dimana kita. Terkadang saya pun melakukan kesalahan yang sama. Itulah salah satu sifat manusia terkadang kita terlalu sibuk memikirkan apa kesalahan orang lain pada kita, apa yang sudah kita beri ke orang itu, tanpa mengingat apa yang orang itu telah lakukan untuk kita tanpa berpikir sudah benarkah sikap kita ke orang lain. Inilah hal yang sering kita lupakan. Saya terkadang malu pada diri sendiri dalam diri sering menegur org padahal belum tentu kita tidak pernah melakukan kesalahan yang sama. Sungguh ironis memang, ya kalau boleh di bilang itu naluri manusia, melihat kesalahan orang akan lebih mudah dari pada mengakui kesalahn sendiri.
Lalu sebagai orang yang sadar akan hal itu, harus bagaimana saya bersikap? Harus diam kah? Apakah pepatah “diam itu emas” masih berlaku sekarang? Merenung, dan bersyukur akan yang dimiliki mungkin itu salah satu obat dari penyakit yang saya namakan lupa diri ini.